Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda
memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun,
sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak
dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam
diri sendiri. Bahkan mungkin anda nggak tahu pasti bagaimana cara
membangun motivasi di dalam diri sendiri.
Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk
menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya...? coba simak kiat berikut
ini:
Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat "membangunkan" dan membangkitkan gairah
anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus
mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya
mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk
berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan
kemarin.
Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup
yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih.
Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih
besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup
yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam
hidup anda.
Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu
tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam
hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional.
Anda dapat membayangkan 'flash back' dalam kehidupan anda. Sejak
anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai
pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan 'ajal' anda
sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi
selama hidup anda.
Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat
mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda,
seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik.
Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda
berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih
menyenangkan dan penuh motivasi.
Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan
diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan
menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda
dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa
takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri
bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
Ucapkan "selamat datang" pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu
saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan.
Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan
tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda
memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin
sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi
setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih
untuk mencapai tujuan anda.
Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba
nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah
merasa 'tidak suka' rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda
miliki.
Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan
hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih
jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah
pula mengatasi setiap kesulitan.
Kesimpulannya, motivasi adalah 'sesuatu' yang dapat menumbuhkan
semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang
kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan
penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda
pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup
anda..!
Baca Selengkapnya.......
Wednesday, 25 March 2009
Monday, 8 December 2008

Apakah Anda mencari cara supaya motivasi dan antusiasme Anda tetap mengalir dengan stabil? Tenang, saya menyediakannya untuk Anda. Berikut ini adalah beberapa tips berdasarkan hasil riset para ahli. Penelitian dilakukan di berbagai penjuru dunia. Dan dipercaya sebagai tips yang mudah, cepat, dan nyaris tidak pernah gagal ketika dilakukan. Nah, lakukan saja sebagai rutinitas harian, maka akan menjadi kebiasaan. Hasilnya, Anda akan menjadi orang yang lebih bersemangat dan termotivasi sepanjang waktu.
1 TIDAK ADA KATA TERLAMBAT
Berapa pun umur Anda, waktu untuk mengejar tujuan dan impian Anda adalah sekarang. Bila saat ini Anda berumur tiga puluhan, mungkin Anda akan berpikir, pasti akan lebih mudah bila Anda mengejar impian itu sepuluh tahun yang lalu. Namun, kenyataannya adalah bila Anda menunggu sepuluh tahun lagi dari sekarang, hal itu akan menjadi dua kali lebih sulit. Lakukan saja sekarang, berapa pun usia Anda.
2 VISUALISASIKAN, DAN ANDA AKAN PERCAYA
Luangkanlah waktu sepuluh menit per hari. Lakukanlah minimal tiga kali seminggu. Visualisasikan (gambarkan dalam pikiran) bahwa Anda sedang bekerja untuk meraih impian Anda. Berkhayallah. Buatlah gambaran dalam pikiran Anda senyata dan sedetail mungkin. Penelitian membuktikan, hal ini akan memotivasi Anda untuk bertindak dalam kehidupan nyata.
3 MEMBACA, MELIHAT, MENDENGAR, DAN BERBICARA DENGAN ORANG YANG MENDORONG ANDA UNTUK MAJU
Buatlah daftar apa saja yang dapat membuat Anda lebih termotivasi dan bersemangat. Apakah itu bacaan, musik, bahkan film yang dapat memberikan Anda inspirasi dan kesegaran baru. Bila Anda telah menemukan daftarnya, kembalilah membaca, melihat, dan dengarkan apa yang membuat Anda kembali bersemangat. Bila itu sahabat atau keluarga yang tulus mendukung serta memberikan dorongan ketika Anda jatuh, merekalah yang sangat Anda butuhkan. Bila Anda merasa tidak memiliki siapa pun untuk mendukung Anda, jangan putus asa dulu, semangatilah diri Anda dengan pikiran dan kata-kata yang positif. Ketika semangat Anda melemah, bacalah buku yang membuat Anda kembali bersemangat. Dan berbicaralah kepada orang-orang yang memberikan dukungan yang tulus. Hindari dan acuhkan saja orang yang menyindir, mencela dan menghakimi Anda. Mereka hanya akan merenggut semangat Anda, dan tidak ingin melihat Anda berhasil. Orang yang kerdil selalu merasa terancam melihat keberhasilan orang lain.
4 ISTIRAHAT SEJENAK DI SAAT JENUH
Ini bukanlah nasihat untuk menjadi malas dan tidak “tough”. Namun riset membuktikan, meninggalkan sejenak pelajaran atau pekerjaan di saat otak sudah jenuh, dan kembali bekerja setelah beristirahat adalah cara yang paling efektif untuk mendapatkan hasil. Logikanya adalah setelah Anda beristirahat sejenak, maka tubuh dan pikiran Anda akan menjadi lebih relaks dan segar. Bila hal ini terjadi, tubuh dan pikiran Anda kembali memiliki kapasitas, kekuatan, dan kreativitas dua kali lebih besar untuk melakukan tugas yang tertunda tadi.
5 BUATLAH DAFTAR ALASAN
Memiliki motivasi yang besar tergan-tung dari satu hal saja: alasan. Jika Anda punya alasan kuat yang menjadi dasar bagi Anda untuk mengejar tujuan, Anda akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Milikilah satu alasan terpenting dalam pikiran Anda, buatlah daftar alasan mendesak kenapa Anda harus menggapai tujuan itu. Jangan lupa untuk sering membacanya.
6 BUATLAH REMINDER
Tuliskan pada kertas kosong atau ketiklah pada komputer Anda, suatu tenggat waktu (deadline) untuk diri Anda sendiri. Cobalah mulai dengan satu hari, tugas apa saja yang harus Anda selesaikan, jam berapa harus selesai, taatlah pada komitmen Anda. Hal ini juga dapat diterapkan untuk meraih impian jangka panjang. Tempelkan kertas pengingat (reminder) itu di tempat yang gampang Anda lihat.
Sampai di sini saya dapat menduga apa yang sedang Anda pikirkan. Apakah mungkin Anda sedang berpikir: “Bagaimana tips ini dapat membantu saya jika SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA INGINKAN?” Memang, kenyataan kehidupan ini sering kali tidak seperti yang kita harapkan. Kadang kita sampai frustrasi menginginkan kehidupan yang lebih bahagia, sukses, tapi TIDAK TAHU BAGAIMANA MEMBUAT HAL ITU MENJADI KENYATAAN. Sebenarnya cara yang paling mudah adalah dengan refleksi diri. Lihatlah ke dalam diri Anda, bertanyalah, dan jawablah dengan jujur. Berdoa kepada Allah Bapa, curahkan isi hati Anda kepada Tuhan Yesus, dan mohon hikmat serta bimbingan Roh Kudus adalah cara yang paling efektif.
7 LAKUKAN SAJA APA YANG ANDA TAKUTI
Ketahuilah, musuh terbesar Anda adalah diri Anda sendiri. Kenyamanan hidup dapat membuat Anda terlena dan tenggelam di sungai kehidupan yang mengalir deras. Padahal, untuk mewujudkan hal-hal yang Anda idamkan dibutuhkan keberanian untuk keluar dari zona kenyamanan. Untuk siap menghadapi tantangan, latihlah urat-urat takut Anda! Lakukan saja hal-hal yang Anda takuti. Misalnya: Anda takut air, maka belajarlah berenang. Dan ketika Anda menjadi nyaman di air setelah mahir berenang, ini berarti Anda telah memperluas zona kenyamanan Anda. Anda menang! Jadi, dengan mencoba keluar dari ketakutan, keberanian Anda akan terlatih.
8 KUMPULKAN SUMBER DAN DUKUNGAN
Jadi sekarang Anda telah menggenggam beberapa tujuan yang ingin Anda raih… LALU APA? Memiliki motivasi yang besar tidak akan ada hasilnya bila kita tidak belajar dan bekerja. Apalagi sampai tidak tahu hendak mengerjakan apa. Menyedihkan bukan? Pecahkanlah masalah ini dengan mencari pengalaman yang berkaitan dengan impian kita. Minimal, ketahuilah sumber-sumber yang dapat Anda pelajari. Hubungi atau mintalah nasihat yang berhubungan dengan impian yang sedang Anda kejar. Ketahuilah siapa saja orang yang mem-beri dukungan, misalnya: keluarga dan sahabat. Yakinlah, dukungan moriil dari mereka akan memberi efek yang hebat bagi jiwa Anda. Pasti akan berpengaruh pada hasil akhir!
9 JANGAN BERALASAN!
Setelah memiliki semua hal di atas, apakah Anda masih belum juga mengejar impian Anda? Salah satu penyebabnya adalah alasan. Oleh karena itu, buatlah daftar alasan mengapa Anda belum mengerjakan impian Anda sampai sekarang. Jawablah dengan jujur. Carilah solusi dari tantangan yang Anda hindari saat ini.
10 BELAJAR DARI KEGAGALAN
Anggaplah kekecewaan, perjalanan hidup yang sulit, dan kegagalan sebagai pelajaran untuk membentuk karakter kita menjadi lebih baik. Sebenarnya tantangan justru menempa kita menjadi lebih matang. Bahkan, kegagalan adalah kesempatan bagi kita untuk belajar, memahami diri, dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Tolehlah ke belakang, dan renungkanlah semua pengalaman tak mengenakkan Anda. Lalu, singkirkan ketakutan akan kegagalan itu sekarang dan selamanya.
11. HILANGKAN KETAKUTAN DAN KEKHAWATIRAN
Lihatlah, di balik awan yang mendung, matahari bersinar cerah. Hal ini juga terjadi dalam hidup kita. Mendung adalah ketakutan dan kekhawatiran yang membuat kita tidak dapat melihat optimisme dan kesempatan (matahari) yang ada di depan kita. Luangkanlah waktu untuk menilai lebih dekat, apa saja yang membuat Anda menjadi takut dan khawatir. Maka Anda akan mendapat secercah cahaya di balik mendung itu. Dengan pikiran yang positif, tempatkanlah logika dan IMAN supaya mendung pergi dari pikiran Anda.
12. JANGAN MENUNGGU
Jika Anda terlalu lama menunggu, Anda akan kehabisan waktu. Kenyataannya adalah, waktu berjalan dengan cepat hari demi hari. Jangan sampai impian Anda tenggelam termakan waktu. Kerjakanlah apa yang dapat Anda lakukan untuk bertahan pada komitmen Anda hari demi hari. Janganlah menunggu sampai segala sesuatunya tidak dapat lagi Anda raih. Tarik nafas dalam-dalam, ambil keputusan, dan kembalilah melangkah maju. (Febe Ida S. Santosa)
Baca Selengkapnya.......
Mungkin Anda pernah mendengar suatu peribahasa yang mengatakan “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Pepatah ini benar adanya dan Anda bisa memanfaat makna dari peribahasa ini untuk kehidupan Anda. Artinya hal-hal kecil yang Anda lakukan atau juga Anda abaikan akan membuat perbedaan besar dikemudian hari. Yang menjadi pertanyaan, apakah membuat perbedaan yang positif atau negatif?
Tahukah Anda kecelakaan Titanic disebabkan oleh hal “kecil” yang diabaikan? Betul hanya dengan mengubah material paku penyambung dengan kekuatan sedikit dibawah standar, kapal tersebut bisa menjadi tenggelam. Dengan material paku penyambung tersebut, kapal memang masih bisa beroperasi dengan baik dengan catatan tidak ada tabrakan. Paku tersebut hanya cukup untuk menyambung saja, tetapi tidak cukup untuk menahan tabrakan.
Jadi tenggelamnya kapal raksasa tersebut hanya disebabkan oleh paku yang sangat kecil. Begitu jug dalam hidup kita bisa jadi kehancuran hidup kita disebabkan oleh hal kecil yang selalu kita lakukan atau yang kita abaikan. Mungin saja, ada hal kecil yang terus kita lakukan, padahal akan mengarahkan kepada kehancuran besar. Bisa juga ada hal kecil yang selalu Anda abaikan padahal akan membawa kepada keberhasilan besar.
Mulailah dengan menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan negatif, sekecil apa pun. Mulailah membangun kebiasaan-kebiasaan positif, sekecil apa pun. Sungguh, kebiasaan negatif bisa menghancurkan Anda jika Anda terus memeliharanya. Sebaliknya kebiasaan positif bisa membangun diri Anda jika Anda konsisten melakukannya. Ingat, lama-lama menjadi bukit. Apakah bukit kehancuran atau bukit keberhasilan?
Memang diperlukan upaya untuk membangun kebiasaan positif dan meninggalkan kebiasaan negatif. Namun jika Anda memiliki keinginan kuat ditambah dengan pikiran positif, maka semua itu bisa Anda lakukan. Tip sederhana namun ampuh yang bisa Anda gunakan untuk membangun kebiasaan positif maupun menghilangkan kebiasaan negatif ialah dengan rajin-rajin memvisualisasikan kehidupan dimana Anda hanya melakukan kebiasaan yang positif saja. Masih banyak teknik yang bisa kita lakukan untuk membangun kebiasaan positif.
Baca Selengkapnya.......
Pengembangan diri adalah belajar, belajar adalah pengembangan diri. Jika Anda ingin lebih sukses dibanding pencapaian Anda saat ini, kuncinya ialah jangan pernah berhenti belajar. Hanya dengan belajarlah Anda akan berkembang dan menjadi lebih baik. Jadi untuk mengukur sejauh mana Anda bisa berkembang ialah dengan mengukur sejauh mana motivasi belajar Anda. Bagaimana meningkatkan motivasi belajar?
Kita harus mengenal terlebih dahulu, apa saja yang melemahkan motivasi belajar. Seringkali semua ini hanyalah mitos belaka. Suatu keyakinan negatif yang meracuni diri kita sehingga malas belajar atau tidak memiliki motivasi belajar. Berikut adalah beberapa mitos tersebut:
1. “Ah Teori!” Banyak orang yang tidak mau belajar karena mereka tidak suka teori. Menurut mereka teori tidak penting, yang penting adalah praktek. Betul, tidak salah sama sekali. Sehebat apa pun teori yang Anda miliki jika tidak diiringi praktek, maka semuanya akan percuma. Namun saat Anda langsung praktek, maka Anda tetap saja akan belajar, yaitu belajar pada pengalaman Anda sendiri. Anda mungkin akan mencoba-coba mencari yang benar. Belajar kepada pengalaman orang lain yang sudah lebih dulu sukses adalah untuk mengurangi coba-coba Anda, sehingga Anda akan lebih cepat untuk berhasil. Teori saja memang salah. Langsung praktek bisa sering salah. Teori ditambah praktek adalah yang terbaik. Belajarlah.
2. Saya sudah tua, sulit untuk belajar. Tidak ada kata terlalu tua untuk belajar. Kesulitan belajar karena Anda sendiri yang menghentikan belajar sehingga pola pikir kita menjadi berubah, dari pola pikir belajar menjadi pola pikir yang tertutup. Saat kualiah saya melihat banyak dosen yang sudah senior masih tetap membeli buku dan belajar. Mereka sudah tua tetapi masih belajar karena mereka biasa belajar. Jika Anda merasa sulit belajar, biasakanlah belajar meskipun sedikit demi sedikit sampai Anda terbiasa lagi belajar.
3. Tidak ada waktu. Jika Anda sudah membaca ebook saya Seni Mengelola Waktu, maka Anda tidak akan lagi mengatakan bahwa tidak ada waktu. Alasan tidak ada waktu hanya ilusi belaka. Semua orang memiliki waktu, tetapi mengapa orang lain bisa tetapi Anda tidak? Bukan waktu yang menjadi masalah, tetapi pilihan Anda. Apakah Anda mau memprioritaskan belajar atau tidak?
Inilah tiga hal yang sering menjadi penghambat motivasi belajar. Semua mitos ini sudah terjawab. Dan Anda harusnya sudah mulai mau belajar dengan membaca buku, ebook, mengikuti seminar, pelatihan, dan berbagai cara lainnya untuk mempercepat sukses Anda. Selamat belajar. Yang rajin yaa…
Baca Selengkapnya.......
Ada tiga kata kunci sukses pengembangan diri. Ketiganya harus ada, jika tidak maka pengembangan diri Anda tidak akan berhasil. Sering kali sebuah buku pengembangan diri hanya membahas hanya salah satu atau dua dari ketiga kata kunci ini, sehingga buku tersebut tidak memberikan manfaat langsung kepada pembacanya. Dengan memahami ketiga kata kunci ini, insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat lebih dari setiap buku atau ebook yang Anda baca.
Kata kunci pertama adalah “what”. Atau apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan diri? Jika Anda ingin menjadi seorang pembicara publik, apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus dilakukan. Anda ingin percaya diri? Apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus dilakukan? Jika Anda ingin berpikir positif, Anda pun harus bertanya apa saja yang diperlukan atau apa saja yang harus dilakukan. Kata kuncinya ialah “apa”. Kata “apa” akan memberikan kerangka kerja untuk mencapai sesuatu.
Namun tidak cukup dengan pertanyaan “what” saja. Banyak buku yang membahas “what” saja sehingga setelah membaca buku tersebut, kita masih bingung. Semua orang tahu bahwa sukses harus bertindak, tetapi bagaimana caranya? Semua orang tahu bahwa jika ingin sukses berbisnis harus banyak bersilaturahim, tetapi bagaimana cara bersilaturahim? Oleh karena itu, kata kunci kedua ialah “how” atau lebih lengkapnya ialah “how to do”.
Jangan salahkan jika sebuah buku atau seminar yang hanya membahas “what to do”, karena memang itu tujuaanya. Yang diperlukan ialah usaha kita untuk mengetahui bagaimana melakukannya atau “how to do”-nya. Seorang entrepreneur haruslah kreatif, namun bagaimana agar kreatif? Anda harus mencari cara bagaimana supaya kita kreatif? Anda harus memiliki ilmu tentang kreativitas dan kemudian melatihnya. Jawaban ini baru dalam tahap “what to do”. Lalu, bagaimana caranya? By the way, saya sudah membuat kursus bagaimana cara berpikir kreatif dan melatihnya. Klik disini untuk mengikuti kursus kreativitas via email.
Yang ketiga ialah “why”. Menurut Robert T Kiyosaki ini adalah kata kunci terpenting dibanding kedua kata kunci lainnya. “Why” adalah alasan yang mendorong Anda melakukan sesuatu. Jika Anda ingin memiliki keterampilan menulis, mengapa Anda harus memiliki keterampilan menulis? Semakin kuat jawaban Anda terhadap pertanyaan “why”, maka dorongan untuk melakukan akan semakin besar. Percuma Anda sudah mengetahui jawaban dari “what” dan “how”, tetapi tidak memiliki jawaban dari “why” atau jawabannya lemah. Jawaban dari “why” adalah motivasi Anda memiliki keterampilan tersebut.
Baca Selengkapnya.......
Untuk Hidup yang Lebih 'Hidup'
Mari kita lihat orang-orang hebat. Apa saja yang membuat mereka ( dan anda ! ) bisa semangat setiap saat. Beberapa prinsip di bawah ini akan sangat membantu:
1. Kesadaran
Pernah nonton pertandingan sepakbola? Sebagai penonton, kita bisa melihat bagaimana seluruh pemain bergerak memperebutkan bola, saling oper, berlari, berkelit, bertahan, dan sesekali nyikut lawan. Kita bisa melihat kesalahan-kesalahan para pemain. Juga melihat kehebatan-kehebatannya. Kita berteriak gembira bila para pemain melakukan kehebatan. Kita juga teriak – tapi kecewa atau marah – bila mereka melakukan kesalahan.
Nah, saudara bisakah anda bayangkan bila anda menjadi penonton, sekaligus pemain sepakbola tadi? Bila anda bisa melakukannya untuk hidup sehari-hari anda, itulah kesadaran. Para pemain sepakbola yang hebat punya kesadaran yang tinggi. Secara fisik, mereka memang berada di lapangan, bergerak seperti para pemain yang lain. Tapi kesadaran mereka juga bergerak. Mereka sadar atas fisik mereka dan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Mereka ’memantau’ semua pergerakan pemain-pemain yang lain. Itulah yang membuat mereka berada di posisi yang tepat.
Ketika anda sadar sepenuhnya atas diri anda, maka anda menjadi tuan bagi diri anda sendiri. Anda jadi pemimpin bagi diri anda sendiri. Anda mengambil kendali diri anda. Anda bukan hanya sadar atas fisik, pikiran, dan perasaan anda. Anda bahkan sadar atas pertempuran di dalam diri anda. Yap, pertempuran dalam diri antara ego (nafsu) dan nurani anda. Anda tahu di dalam diri anda ada pertempuran. Anda jadi penonton pertempuran itu. Kepada siapa anda berpihak terserah anda. Anda punya kekuatan untuk memilih salah satu diantara keduanya, atau tidak memilih sama sekali. Kekuatan untuk memilih tersebut adalah Free Will (Kebebasan Berkehendak/Memilih)
2. Free Will
Misalnya Anda bertamu ke rumah saya. Saya tawari anda minum : “Mau minum apa? Teh atau Kopi?” Apa jawaban anda? Bila anda menjawab teh, maka anda baru menggunakan kekuatan Free Choice (Pilihan Bebas). Begitu juga bila anda menjawab kopi, free choice. Anda memang bebas mau milih minum apa, tapi pilihannya dibatasi oleh saya yang menawari.
Anda disebut mengaktifkan Free Will, bila anda menjawab : “Kalau saya minta minumnya Jus Durian, Pak Supardi nggak keberatan kan?” Nah, pilihan anda sudah keluar dari batas yang saya buat. Free Will anda telah aktif.
Free Will adalah kekuatan anda untuk bebas memilih hal-hal yang baik untuk anda. Orang yang telah sadar dan free will-nya aktif, maka ia akan dengan mudah memilih memihak pada nurani untuk mengalahkan dan mengendalikan ego (nafsu). Dua hal ini lah (kesadaran dan free will) yang membuat orang-orang hebat selalu bisa bertahan dan keluar dari berbagai kesulitan.
3. Keyakinan
Seorang pengamen jalanan memenangi Indonesian Idol. Yap, itulah yang telah Aris buktikan pada kita semua. Darimana kemenangan itu bermula? Keyakinan!. Keyakinan Aris lah yang membakar dirinya untuk ikut audisi dan menjalani proses dengan penuh semangat. Keyakinan bagaimana? Keyakinan bahwa ia layak dan berkemampuan untuk menjadi Indonesian Idol. Dan keyakinannya pun benar dan terbukti.
Di Indonesia ini, banyak pengamen lain yang mungkin punya kemampuan yang lebih hebat dari Aris. Tapi mereka tak punya keyakinan. Akibatnya, mereka tidak bertindak. Mereka diam dan menjadi penonton saja. Itulah sebabnya, kenapa kemampuan bukan faktor utama dalam membentuk keyakinan yang membakar. Jadi apa faktor utamanya? FREE WILL. Free Will membuat siapapun bisa memilih untuk yakin bahkan bila berbagai faktor lainnya justru membuat tidak yakin.
Jadi bila anda miskin, buruk rupa, cacat, pendidikan rendah, tinggal di kampung, dilecehkan oleh banyak orang – termasuk orang tua anda yang seharusnya mendukung anda, intelektualitas (IQ) rendah dan penyakitan, anda masih bisa memilih untuk yakin dan punya mimpi meraih sukses besar. Bahkan menjadi yakin adalah satu-satunya harapan anda untuk meraih sukses itu.
Ketika keyakinan anda tak tergoyahkan, semangat anda akan terus terbakar setiap saat. Memang api semangat itu sesekali redup. Tapi ia tak akan pernah mati. Ia bahkan terus membesar.
4. Tujuan yang membakar.
Tak ada tujuan, tak ada semangat! Hidup tanpa tujuan apapun akan melemahkan anda. Anda hanya akan menjalani rutinitas yang sangat membosankan. Bahkan punya tujuan pun belum tentu membuat anda semangat setiap saat. Anda bukan hanya butuh sekedar tujuan. Anda butuh tujuan yang membakar. Tujuan yang membuat anda tidur larut malam dan bangun shubuh. Tujuan yang sangat penting untuk diri anda. Tujuan yang bisa membuat anda rela berkorban apapun deminya. Nah, tetapkan lah tujuan yang seperti ini, dan semangat anda meraihnya tak akan pernah padam. Sang semangat akan terus membara dan membakar anda.
5. Tekad
Tekad, niat super kuat yang membuat anda bertahan dalam badai apapun dalam mencapai tujuan anda. Tekad adalah sebuah kesadaran akan kesulitan yang akan menghadang di perjalanan. Dengan tekad, anda justru akan semangat ketika kesulitan menghadang. Anda sadar, hanya dengan mengatasi berbagai kesulitan lah, maka keinginan anda akan tercapai. Justru dengan kesulitan lah anda menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih mampu, lebih yakin, dan lebih bersemangat. Anda juga sadar bahwa manusia memang diciptakan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan besar. Itulah kepercayaan Tuhan pada manusia yang terbesar.
6. Disiplin
Disiplin berarti hanya melakukan hal yang benar dan penting untuk anda. Tidak masalah apakah hal yang benar dan penting itu anda sukai atau tidak. Dan memang sangat mungkin hal yang benar dan penting itu justru tidak menyenangkan, membuat anda menderita dan menimbulkan kesakitan-kesakitan fisik, mental, finansial, dan sosial. Tapi disiplin benar-benar membebaskan jiwa anda. Dan jiwa yang bebas merdeka membuat anda semangat setiap saat.
Saya bangun tidur sebelum shubuh. Dan ini – awalnya – sangat tidak menyenangkan. Ketika alarm di HP saya berteriak-teriak, fisik saya masih ingin tidur. Demikian juga dengan pikiran dan perasaan saya. ”Ah, lagi enak nih. Lima menit lagi deh”. Untungnya, saya sadar, menggunakan freewill untuk memihak nurani. Maka setiap hari, saya pun disiplin bangun sebelum shubuh. Dan di setiap harinya, saya benar-benar merasa tenang dan bahagia. Memang, ketika kita berhasil mengatasi kesulitan, maka itulah imbalannya. Dan imbalan itu benar-benar sepadan.
7. Fokus
Fokus adalah sebuah janji untuk berada di jalur anda, apapun yang terjadi di jalur itu. Bila anda telah memilih untuk berbisnis jualan sayuran misalnya, maka tetaplah di jalur itu, meski berbagai kesulitan menghadang. Ketika anda tetap di jalur anda (fokus), maka anda akan lebih ahli dari waktu ke waktu. Berbagai kesulitan di jalur anda itu telah anda kenali, dan anda ahli dalam mengatasinya. Anda bahkan terus makin cepat dalam melakukannya. Anda memang menapaki jalur anda dari nol. Tapi tingkat anda terus meningkat. Anda tidak pernah kembali ke tingkat nol lagi. Itulah keuntungan fokus.
Masalah dengan orang yang tidak fokus adalah mereka harus memulai dari nol terus menerus untuk berbagai jalur yang mereka pilih. Dan ini jelas menghamburkan sumberdaya.
Nah, saudara... selamat bersemangat. Setiap saat!!!
Spread The Word
Baca Selengkapnya.......
Apakah Memaafkan Proses Yang Sulit?
Pagi ini saya tiba di klinik dan mengecek jadwal saya di buku jadwal.
Ketika sedang asyik mengecek jadwal saya untuk hari ini dan beberapa hari ke depan, mata saya terantuk kalimat kecil di bagian bawah kertas.
Biasanya sih saya tidak memperhatikan, tetapi hari ini ga tahu kenapa tiba-tiba mata mengarah kesana saja gitu.
Jadi kan biasa tuh, kita lihat kalimat-kalimat singkat yang ditujukan untuk pencerahan, wake up call atau apapun lah namanya.
Kalimat-kalimat seperti, ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit’ atau ‘Kegagalan adalah sukses yang tertunda’ atau kalimat-kalimat sejenis lainnya.
Nah, buku jadwal yang terdapat di resepsionis bagian pendaftaran klinik saya tuh di setiap bagian bawah kertasnya selalu tercetak kalimat-kalimat singkat seperti itu.
Yang terbaca oleh saya pagi ini adalah kalimat :
‘Manusia menjadi lengah ketika dia mulai memaafkan dirinya’
Heh???
Jujur awalnya saya kira saya salah baca, siapa tahu mata saya lagi siwer mungkin.
Tapi baca dua kali, tiga kali (sampai empat kali malah mungkin) kok ya sama aja tuh kalimatnya.
Saya lalu berjalan masuk ruang praktek dengan mengeryitkan dahi.
Memaafkan…. Lengah….
Lengah…. Karena memaafkan…
Really??
Kok rasanya saya tidak setuju ya.
Buat saya malah orang yang bisa memaafkan dengan tulus (bukan hanya asal di mulut ya) justru orang-orang yang sadar dengan sepenuhnya atas segala hal yang terjadi dan sadar dengan besar hati untuk menerima, belajar dari apa yang telah terjadi.
Atau saya yang salah mengartikan kata ‘lengah’?
Nah!
To make it sure, saya trus jadi bolak-balik kamus bahasa Indonesia mencari si kata lengah.
Yang saya temukan :
Lengah : lalai, teledor, tak peduli, lemah.
Belum puas juga, saya pun buka kamus bahasa Inggris.
Lengah : careless, inattentive, neglectfullness, nonchalant.
Lah… Kalau begitu masa iya memaafkan bisa dikatakan sebagai sebuah keteledoran?
Masa iya memaafkan membuat kita jadi tidak peduli & apalagi… Menjadi lemah???
Waduh… buat saya ga banget tuch.
Memaafkan butuh hati yang kuat & bukan hati yang lemah.
Saya malah pernah baca : The man who can truly forgive, is the strongest of all.
Jujur saja, berapa banyak dari kehidupan kita, kita memutuskan untuk marah & ogah banget memaafkan.
Berapa ratus kali mungkin kita udah ngomong, “enak aja gw maapin, untungnya di dia dong!”? (kalo perlu pake tanda seru panjang buanget berjejer)
Berapa banyak sudah dalam hidup ini kita menyalahkan semua orang yang masih mungkin bisa untuk disalahkan atas segala kejadian-kejadian buruk yang terjadi dalam hidup kita?
Berapa banyak kita merepet panjang pendek untuk semua hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan rencana & harapan yang ada?
Berapa banyak kita benar-benar dapat memaafkan???
Dengan tulus? Dengan ikhlas? Dengan penuh kesadaran untuk belajar dari semua hal yang telah terjadi??
Dulu saya pernah baca kalimat : To hold grudge in your heart is like biting a dog after the dog bite you.
He3x… Kalau dibayangkan lucu juga ya, andaikan kita digigit anjing, trus saking dendam & ga mau memaafkan si anjing, kita gigit balik dah itu anjing.
Tapi kalau dipikir lagi, bener toh, berapa ratus kali mungkin kita sudah prefer untuk ‘gigit balik si anjing’ daripada memaafkan dan melihat ‘kecelakaan’ yang terjadi yang sebagai bentuk belajar saja.
Lain kali jangan dekat-dekat anjing gitu…
Jadi kok ya buat saya, untuk memaafkan justru membutuhkan kesadaran dari si individu ya.
Kesadaran bahwa suatu hal yang berjalan tidak sesuai dengan harapan kita mah sesuatu yang normal dalam hidup ini.
Bahwa justru dari hal-hal yang terjadi di luar harapan kita itu, kita malah jadi sadar untuk belajar banyak.
Bahwa dengan sadar menerima hal-hal tersebut justru membuat kita menjadi individu yang ikhlas dan berani menjalani hidup.
Rasanya buat yang tidak terbiasa, memaafkan itu sebuah proses yang cukup sulit dan membutuhkan keberanian yang cukup besar.
Apalagi memaafkan diri sendiri.
Kita sudah sangat terbiasa mungkin being hard on ourselves.
We have to be ‘strong’ one!
Or so they say….
& akibatnya kita jadi tidak bisa fleksibel menerima kekurangan, kekhilafan & kealpaan kita.
Begitu salah dikit, kita biasanya langsung ngomong, “Bego amat sih gw. Dasar tolol!!”.
Trus seakan belum cukup rasanya ngomong kayak begitu ke diri sendiri, biasanya kesalahan itu bolak-balik di-rewind di memori kita.
Hiya loh…. Betul atau betul?
Jadi kalau saya telaah sekali lagi,
‘Manusia menjadi lengah ketika dia mulai memaafkan dirinya’
He3x… teteup tuh saya tidak setuju…
Baca Selengkapnya.......
Tuesday, 28 October 2008
Sewaktu saya kecil, kampung halaman saya masih dipenuhi dengan sawah yang menghampar. Seperti kehidupan para petani biasa, saat panen tiba bukan hanya rezeki bagi pemilik sawah, namun juga bagi para petani lainnya yang ikut serta membantu memanen padi. Setiap orang yang membantu akan mendapat bagian sepersekian dari hasil panenan masing-masing. Hal inilah yang selalu menggerakan nenek saya ikut serta membantu panen orang lain.
Meski boleh dibilang sudah terlalu tua untuk memanen padi, tetapi semangatnya tidak pernah goyah untuk pergi ke sawah sambil membawa semua peralatannya. Sering kali nenek pergi ke sawah sambil sembunyi-sembunyi karena sebenarnya sudah dilarang oleh semua anak-anaknya. Anak-anaknya berpikir, untuk apalagi sich, toch kalau untuk makan tidak perlu khawatir lagi, sebab tinggal memilih mau di anak yang mana.
Nenek tidak mengubris saat dilarang oleh anak-anaknya. Meski hasilnya sudah sedikit karena keterbatasan tenaga dan stamina, nenek tetap melakukan pekerjaan memanen padi. Kadang saat saya tidak sekolah saya diminta bantuannya. Saya sering kali membantu nenek ditengah terik matahari, memotong dan merontokan butir demi butir padi. Nenek suka marah jika ada padi yang tercecer, maklum itu adalah hasil perjuangannya.
Sedikit demi sedikit, hasil upah memanen terkumpul. Kemudian dijemur berhari-hari sampai siap digiling. Perjalanan menuju tempat penggilangan lumayan jauh dan tidak ada angkutan. Saya menemaninya pergi ke tempat penggilingan ditengah terik matahari dan diantara bentangan sawah. Suatu aroma dan pandangan yang tidak pernah terlupakan sampai sekarang.
Sepulang dari tempat penggilingan padi, nenek langsung memisah-misah beras hasil jerih payahnya menjadi beberapa bagian. Kemudian beras tersebut dibagi-bagi ke anak-anaknya dan tidak lupa kepada tetangga sekitar. Katanya, “Nich kalau mau merasakan beras baru”, saat memberikan beras kepada anak-anaknya atau tetangganya. Tidak ada yang berani menolak sebab semua sudah pada tahu, nenek suka marah kalau pemberiannya ditolak.
Jerih payah seorang nenek yang dibantu seorang cucuk (saya atau sepupu saya), namun hasilnya dinikmati oleh banyak orang. Kini saya sadar bahwa nenek bersusah payah memanen padi bukan sekedar untuk mencari makan. Tetapi untuk memberi kepada sesama. Suatu teladan yang patut dicontoh dari seorang nenek yang sudah renta, namun tidak pernah pudar semangatnya untuk memberi.
Meski nenek saya sudah lama pergi, bertahun-tahun yang lalu, namun kenangannya tetap melekat dalam pikiran saya. Meski kenangan berupa sawah kini sudah berganti rumah-rumah mewah, namun kenangan dari nenek tidak pernah lepas. Inspirasi buat saya, inspirasi untuk semua orang. Terima kasih nek, saya tidak akan pernah melupakan nenek.
Baca Selengkapnya.......

